Mengenal Muhammad Al-Ghazali

Nama lengkapnya adalah Muhammad Al-Ghazali al-Saqqa (1917-1996). Bakat dan antusiasmenya yang tinggi terhadap keislaman tidak lagi diragukan. Maka tak mengherankan jika dalam usia 10 tahun dia sudah mampu menghafal Al-Quran. Ia meninggal di Riyadh, Arab Saudi dan dimakamkan di Baqi yang letaknya hanya beberapa meter dari makam Rasulullah SAW.

Muhammad Al-Ghazali dikenal sebagai seorang ulama yang pemikirannya sangat berpengaruh dalam dunia Islam. Selama hidupnya ia telah mengarang 94 judul buku. Diantara buku-buku yang pernah ditulisnya adalah:

  • Tafsir tematik terhadap Al-Quran
  • Dzikir dan sholat: Tuntunan Nabi Muhammad
  • Bagaimana beramal bersama Quran
  • Al-Islam wal Auda al-Iqtishadiyah
  • Islam Arab dan Yahudi Zionisme
  • Akhlaq muslim
  • Mulai Dari Rumah: Wanita Muslim dalam Pergumulan Tradisi dan Modernisasi.
  • Sunnah Nabawiyah diantara Fiqih dan Hadits
  • Menjawab 40 soal Islam abad 20

Tulisan-tulisannya banyak berisi tafsir Al-Quran yang ia terjemahkan dalam konteks kehidupan masyarakat modern.

Dantara muridnya yang kemudian menjadi ulama besar dunia adalah Syeikh Yusuf Qaradhawi, Syeikh Manna’ Qathan, Dr. Ahmad Assal. Al-Ghazali adalah tipe pengajar yang favorit bagi mahasiswa. Setiap kuliahnya selalu dipenuhi oleh para mahasiswa. Seperti dituturkan oleh Syeikh Yusuf Qaradhawi, Syeikh Muhammad Al-Ghazali merupakan sosok pribadi yang cerdas, berakhlak mulia dan rendah hati.

Muhammad Al-Ghazali adalah seorang pemikir islam yang moderat. Pemikirannya selalu memadukan antara akal dan naql. Ia juga seorang ulama yang tidak anti modernisme dan kemajuan. Gilles Kepel, seorang orientalis Perancis bahkan menyebut Al-Ghazali sebagai salah satu ulama yang pemikirannya paling banyak dirujuk oleh dunia Islam.

Diantara amanah keilmuan yang pernah diembannya adalah sebagai dosen tamu di Universitas Ummul Qura, Makkah dan ketua Dewan Keilmuan Universitas Al-Amir Qadir Al-Jazairi Al-Islamiyah di Aljazair.

Muhammad al-Ghazali menghabiskan hidupnya untuk memperjuangkan keberan Islam. Ia berprinsip seorang muslim seharusnya selalu berhati-hati terhadap musuhnya, baik dari dalam maupun dari luar. Sebagai konsekuensi perjuangannya, iapun sempat mengenyam kehidupan dalam penjara Mesir selama beberapa tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s