Tentang Suni dan Syiah

Tulisan ini mencoba untuk memaparkan secara singkat sejumlah sudut pandang yang berbeda antara kalangan Syiah dengan kalangan Sunni. Tulisan disajikan dalam bentuk tanya jawab untuk membuat lugas pemaparan.

Apakah pengikut Syiah bisa dianggap bagian dari umat Islam?

Secara umum pengikut Syiah adalah bagian dari umat Islam.

Apakah Al-Quran yang diyakini Syiah berbeda dengan Al-Quran yang diyakini Suni?

Syiah menggunakan Al-Quran yang sama seperti yang dipegang oleh kalangan Suni. Mayoritas keduanya meyakini bahwa Al-Quran terjaga dari segala bentuk penyimpangan baik penambahan maupun pengurangan. Hanya minoritas kalangan Sunni dan Syiah yang berpendapat bahwa Al-Quran telah mengalami perubahan (Zidan, 2006).

Apa persamaan antara mayoritas Sunni dan Syiah

Pertama: keduanya beriman kepada Allah, hari akhir dan meyakini Rasulullah sebagai penutup semua nabi.

Kedua: keduanya percaya kepada Al-Quran yang sama.

Ketiga: keduanya meyakini bahwa muslim harus mendirikan rukun Islam, kendati ada perbedaan diantara keduanya dalam cara menjalankan rukun-rukun tersebut.

Apa saja pemikiran Syiah yang membuat mereka berbeda dengan Sunni?

Kalangan Syiah menganggap bahwa Ali bin Abi Thalib adalah pewaris otoritas Rasulullah, dengan demikian mereka tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar, Umar bin Khatab dan Utsman bin Affan.

Salah satu syarat menjadi khalifah dalam pandangan Syiah adalah memiliki pertalian darah langsung dengan ahlul-bait (kelurga Rasulullah) melalui jalur Ali bin Abi Thalib.

Kalangan Syiah tidak mengakui referensi hadist yang dianggap autentik oleh kalangan Sunni seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Al Muwaththa yang ditulis Imam Malik, Musnad Imam Ahmad, Sunnan Abu Dawud dan Sunan Ibu Majah. Tetapi sebagian besar hadist shahih yang termaktub dalam buku-buku tersebut juga diakui keotentikannya atau kebenaran isinya oleh kalangan syiah (Qaradawi, 2006).

Syiah mempercayai kemaksuman para imam mereka dan memiliki otoritas mutlak dalam masalah-masalah keaagamaan.

Dalam masalah fiqih, terdapat banyak perbedaan antara Syiah dan Suni. Pengikut Syiah menggunakan kepingan tanah Karbala sebagai alas sujud, memiliki cara berwudlu yang berbeda, cenderung menggabungkan sholat menjadi tiga kali dalam sehari, mengakui kawin mut’ah (kawin kontrak), dan sebagainya.

Dalam hal aqidah, ajaran Syiah (ektrim) apa saja yang dianggap menyesatkan?

Salah satu aliran dalam Syiah, yaitu Sabaisme, meyakini bahwa wahyu Allah sebenarnya diturunkan kepada Ali bin Abi Thalib dan bukan kepada Muhammad. Sebagian kelompok yang lain menganggap bahwa status kenabian dimiliki bersama-sama antara Rasulullah dengan Ali bin Abi Thalib.

Sumber:

  1. Muhammad Ibrahim Zidan, Sunnis and Shiites: One Qur’an or Two?, Islam Online, 2006.
  2. Tim Syariah Online.
  3. Yusuf Al-Qaradawi, Sunnis & Shiites: Overlooking Differences, Islam Online, 2006.
  4. Atiyyah Saqr, Shi`ites & Sunnis: Time for Unity, Islam Online, 2007.
  5. Hussein Abdulwaheed Amin, The Origins of the Sunni/Shia split in Islam, IslamForToday.com, 2001.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s